MENUJU SfHF

Pengantar ini akan bertaburan dengan analogi.

Dengan keterbatasannya, analogi dapat mempermudah kita memahami sesuatu. Keterbatasan itu pula yang bahkan bisa kita gunakan untuk mengeksplorasi (meski dengan ‘paksa’) sesuatu itu.

Bila dihamparkan sebuah peta di hadapan kita, seorang pelaut, pilot, navigator, traveler dan orang-orang yang kerap berkelana akan paham apa yang mesti dilakukan. Mereka akan menentukan titik yang dituju, memetakan posisi sekarang dan menarik garis yang akan dilalui.

Buat orang-orang yang tidak akan bepergian hal-hal itu tidak terlalu penting, mereka juga tidak merasa perlu untuk bisa melakukannya. Alih-alih lembaran peta itu boleh jadi akan berakhir menjadi bungkus nasi pecel heheee

Nah Bapak-Ibu yang budiman, apakah Anda akan bepergian? Sudahkah menetapkan titik tujuan? Apakah sudah memetakan koordinat posisi sekarang? Sudah menarik garisnya?

Hal-hal itu barangkali akan menjadi bahan obrolan kita di SfHF, setidaknya dapat menjadi pijakan dalam perenungan dan diskusi disana nanti. Untuk Ibu-Bapak yang telah menetapkan petanya, mohon dibawa.

Pendidikan Gaya Anjing

Mengetahui adanya sesuatu tampaknya sederhana namun bisa memberikan dampak yang besar. Proses memahami memberikan kita pengertian yang lebih mendalam.

Namun pendidikan anak ini laksana berenang, kita tidak akan seketika bisa berenang dengan menyelesaikan membaca 5 buku tentang renang dan menghafal segepok definisi renang. Untuk bisa berenang: Nyebur ke air dan berenang.

Saat bermain air di sungai dulu, gaya yang dikuasai hampir seluruh anak sedesa adalah gaya anjing. Setiap anak yang nyebur, diceburkan ataupun tercebur ke air akan seketika ‘menguasai’ gaya anjing ini. Anda tahu bagaimana bentuknya? Bisa? Kalau ya, barangkali dulu kita pernah ketemu di sungai hahaaa

Gaya anjing ini hanya membuat kita bisa mengapung di air dan bergerak. Namun sebagaimana Anda tahu, tidak ada kejuaraan dunia renang gaya anjing. Nama gaya ini pun hanyalah rekaan saya. Anak-anak desa bahkan mungkin tidak memberinya nama. Pokoknya begini!

Gaya ini telah berhasil membuat anak-anak gembira bermain di sungai, mungkin juga telah berhasil menyelamatkan banyak nyawa saat banjir atau kala tercebur ke sungai saat terpeleset dari jembatan bamboo. Namun saat dulu teman-teman bertanding adu cepat, adu keindahan, adu ketangkasan dan lain-lainnya, tak seorang pun menggunakan gaya anjing. Meski saat itu tidak ada larangan menggunakan gaya apapun.

Mengapa?
Karena kami tahu tidak akan unggul dengan menggunakan gaya anjing. Tidak saat adu cepat, tidak saat adu indah, dan tidak pula saat adu tangkas. (Entahlah untuk jenis adu yang lain yang kami belum coba, semacam adu lama-lamaan di air).

Gaya apa yang kita gunakan dalam pendidikan anak kita?

Apa kebutuhan kita?
Apakah itu juga kebutuhan anak-anak kita?

Apakah itu untuk survival? Apakah perlu untuk unggul? Apakah…..? Apakah….?

Tidak ada benar atau salah dalam hal ini. Jangan kuatir.

Apa untungnya dengan menetapkan koordinat dan member sebutan nama?

Kita jadi jelas sedang membicarakan apa, sehingga jelas bilamana mesti memperlakukan dan memberlakukannya.

Selamat berdiskusi.
Sampai jumpa di SfHF.

Salam,

/Dodik Mariyanto/

Tanya Jawab:

  1. Damayanti Arsan :
    Soal membuat peta ini, apa perlu juga kita menargetkan usia brp sebaiknya tujuan itu dicapai?

mbak yantie memandang penting menetapkan waktunya?

Terus apa dalam membuat peta ini kita selaraskan dengan visi misi keluarga?

alhamdulillah mbak yantie sdh ada visi keluarga

Menurut saya penting pak dodik

kalau penting maka tetapkanlah

Tapi kan itu kalo kita sbg orangtua yg mengukur, lah kalo kita tetapkan ke anak, sebaiknya spt apa? Jangan2 nanti anak mengabggap kita terlalu mendominasi dan mengatur

  1. Ernawati :
    Maksud dr peta ini apa visi dan misi keluarga?

kebayang ngga jk peta berseberangan dgn visi misi klg?ini turunan dr visi klg mbak

Lalu posisi kita sekarang ada dimana? Apakah diujung awal untuk mencapai vismis itu ato di tengah2 begitu?

sekarang mbak. kini pisan 😁apakah ada di tengah, di ujung? atau jangan2 diluar peta? 😁😁

Nyasar jadinya deh diluar peta, tersesat 😦

Maaf pak dodik saya ilmunya masih jauuh. Contoh real dr turunannya misalnya apa ya? Apakah berupa target2?

mbak nae, ke anak mulai ditanyakan pengin jadi apa nak?

Itu ditanyakannya mulai umur brp ya pak?
Utk saat in ada sy 5,5 dan 3,5 msh suka brubah2

Istina :
Sama pak, Klo anak keinginannya masih berubah2, berarti petanya berubah2 juga sblm sampai tujuan, atau bagaimana pak?

berubah2? nanti kita bicara flexibility dan exit procedure

  1. Eka Kumala : Pak Dodik, Sy kebayangnya bikin LFA (Logical framework approach/analysis)

mbak eka, meuni canggih pisan istilahnya heheee

  1. Rahdian Saepuloh
    Pak Dodik pemetaan yang dimaksud apakah dari diagram yang di atas? Kalau ya, PR keluarga kami masih banyak. Khususnya masalah konsistensi

kita berbincang tiga minggu ini apakah membantu ayah bunda memetakan diri , ananda dan keluarga?

Rita Eko : Sangat membantu
Rahdian Saepuloh : Oh begitu pak. Sangat membantu (secara teori) tinggal aplikasinya pak.

memahami istilah2 itu baru awal. Menggunakannya utk kepentingan kita tak kalah pentingnya

  1. Yuli :
    Pemetaan ini apakah Ada jangka waktunya, pendek atau jangka panjang?

bu yuli sdh buat? tidak penting utk saat ini jangkanya, mau pendek mau panjang silakan yang penting ada dulu utk bahan obrolan itu makanya prasyaratnya mesti sudah mengerjakan homskul

  1. Euis :
    Tsabita 6thn ditanya maau jadi apa? Katanya jadi princess. Waduh, gimana itu? 😬

mbak euis keren itu 👍🏻

  1. Damayanti
    Menyambung pertanyaan mba nae, kalo anak saya meskipun sudah 10 tahun, masih bingung kalo ditanya mau jadi apa. Suati saat bilang ingin jadi arsitek, terus belajar sketchup, teris bilang pengen jadi programmer, terus belajar coding, terus pengen jadi scientist, terus pengen jadi engineer. Berubah terus. Lalu gmn saya buat petanya ya pak?

mbak yantie masukkan dalam catatan menghadapi situasi itu dgn kata kunci ‘peran hidup’ ya  kita obrolkan lagi panjang ini mah hehee.

  1. Rahdian Saepuloh
    Pak Dodik, maaf mau tanya mengenai pemetaan yang dibicarakan ini saya masih belum mengerti 🙏. Apakah teman-teman yang lain bisa membantu menjawab kebingungan saya?

 kiran sudah punya titik yg dituju?posisi sekarang?track apa yg akan dijalani?sejelas yg bisa ia ungkapkan. semampu ortunya menerjemahkan

Saat ini dia cuma bilang ingin jadi masinis dan lego master builder, Pak. Karena Kiran suka sekali dengan kereta api

kak ian, excellent start 👍🏻

  1. Rita Eko
    Anak saya yusuf 9 thn Lagi menghafalkan Quran , is ya allah Ujian khatimin Mei Besok Dia bilang Nanti lulus MI — dia Mau Di rumah saja .. Jadi guru ngaji — Mau ngajar Di RTT
    (Kami mendirikan rumah tahfidz Teladan )
    Saat Ini dia sdh Mulai menjadi asisten guru ngaji tsb ..
    Begitu kah Contoh peta ?

bu rita 👍🏻 semoga sukses khatamannya

Lah — Di RTT Belum banyak murid Nya //
Lalu Bgmn ? 😄

bu rita apakah murid banyak merupakan prasyarat? penginnya kan ngajar?

Gak juga sih — namun Kan Kurang bergairah sebuah forum kl terlalu sedikit jumlahnya ..Ngajar murid Nya satu gakappa ya pak Dodik .. 😁

  1. Iing
    Anak saya Taqiyya (6,5 tahun) ingin jadi jurnalis. Dia sangat suka membaca, dan bisa menyerap detail isi bacaan, lalu menceritakannya kembali. Dia juga suka bersosialisasi dg orang baru.

Nah, ketemu masalah juga ternyata. Sampai disini saya jadi harus refresh ‘peta’ sederhana yg saya buat hasil belajar disana sini. Yakni, pada usianya saya berharap dia lebih explore banyak hal. Nah… Tapi jujur saya kelimpungan tiap dia sudah ‘nyethuk’ (maaf saya sudah menemukan padanan yg pas dalam Bahasa Indonesia) membaca. Susaaaah sekali dialihkan ke hal yg lain. Jadi delima, eh, dilema deh emaknya, antara menuruti kesukaannya atau ‘memaksa’ dia eksplorasi dalam hal lain

mbak iing keren sudah punya delima 👍🏻sudah siap bergerak

Pak dodik, terus delimanya harus saya apakan nih? 😅

 mbak iing, dicatat, dibakar trus direndam air, diminum heheee catat dulu ya kita diskusikan nanti

Siap pak dodik, noted ✅

  1. Eka Kumala
    Pak, mohon maaf.. Sejujurnya sy belum terpikir terkait tujuan atau cita2 terkait profesi.

jika demikian bulan depan pengin dapat apa? itu dulu saja

Apakah jk tujuan jangka dekat yg diingin dicapai seperti suka buku, suka membaca, sk berpikir

bu eka sudah mulai mencermati ya 👍🏻

  1. Yuli
    Klo ditnya cita2 jwban anak sy 6th berubah2, dia saat ini sedang fokus ke eksperimen. Ktnya pingin jd astronot. Gak nyambung ya

bu yuli, benarkah gak nyambung?

  1. Rahdian Saepuloh
    untuk kiran saat ini saya membantu mengakomodir kesukaannya dengan membelikan buku tentang kereta api yang setiap malam jadi bacaan wajibnya. Lalu setiap mi ggu kami memiliki jadwal movie night dan Kiran suka sekali dengan sejarah kereta api. Jadi kami menonton bersama tentang sejarah kereta api dan jenia-jenisnya.

sebulan yang lalu saya menemukan komunitas kereta api miniatur dan Kiran semakin semangat karena saya perlihatkan model2 kereta api lokal yang dibuat oleh pecinta kereta api model yang membuat landscape untuk kereta apinya. Akhirnya saat ini saya sedang mengarahkan Kiran untuk membuat diorama. Karena saya tidak tahu apa2 tentang diorama, akhirnya kami bersama-sama menonton di youtube cara membuat diorama dan mulai membuat proyek sederhana untuk membuat diorama.

Sejauh ini begitulah minat Kiran di dalam bermain kereta api Pak.

mas ian, menurut kiran dan ayahbundanya ‘itu sudah on track?’

nah itu pak. Memastikan sudah on tracknya bagaimana? Kalau diukur dari kebahagiaan anaknya. Jawabannya untuk saat ini iya.

mas ian, masukkan catatan dulu ya, hedeuh, banyak juga catatannya 😀

  1. Damayantie
    Apakah dalam membuat peta itu juga kita buat terget review nya? Misalnya bulanan? Triwulan? 6 bulan? Setahun?

mbak yantie top bingit sdh menyiapkan review. Betul

Hahaha pak dodik bisa aja, saya takut keluar jalur ini, berdasarkan pengalaman masa sekolah saya dulu 😦 antara kerjaan sama kuliah gak nyambung..

  1. Laura Siregar
    Pak Dodik, bagaimana jika anak memiliki beberapa ketertarikan? Apakah fair kalau orang tua menyiapkan peta alternatif 1, peta alternatif 2 sambil pelan2 kita bantu anak narrow down atau sebaiknya di awal ortu berusaha menggali anak untuk mendapat destination?

Bu laura gagasannya adalah memberikan kesempatan anak mencicipi mangga duku durian manggis dll agar ia bisa menetapkan buah apa kesukaannya
fair dan tidak fair, mari tengok lagi obrolan tga minggu kita

Baik, Pak Dodikdiendapkan dulu
Pak, apakah berarti tiap keluarga baik untuk memiliki 1 peta besar untuk navigasi keluarga? Dan ada highlight-highlight / zoom-in bagi tiap anak?

 bu laura, itu keren . di PERAK kami sedang membahas family branding bu laura bisa intip2 dikit nantinya
(tidak sekarang)

Asik, terima kasih banyak, Pak. Setelah diskusi ini saya akan berselancAr ke sana.

  1. Rita Eko
    PETA Apa terkait Langsung dg Hasil ? Atau kah peta adlah sebuah proses ?Misal : Pengen ngajar , Pengen Jadi journalis ..

bu rita, perumusan ini nanti akan berkaitan dengan corak kegiatan. sementara ambil saja yang mudah dipahami ananda dan ortu

  1. Iing
    Pak dodik, tanya lagi… Apakah dg demikian kita harus menyiapkan 1 peta untuk tiap anak?

bu iing, satu peta. dengan banyak cabang

  1. Ninik
    Menyimak,mengintropeksi diri, mudah2 an nggak terlambat, anak saya pertama baru masuk hs kls 2 sma, yg kedua usia 10 th, 2 th di hs baru mengobati luka, dan menumbuhkan kepercayaan pada kami sbg ortu,baru tahun ke 3 ini mulai dekat…pr nya banyak😬

 bu ninik menyadari punya pr itu keren kan jadi mengerjakan hehee, bu Ninik… You’re amazing 😊 😊 👍🏻

Ayah bunda yang budiman, tidak terasa sudah 1 jam kita berdiskusi, masih ada waktu untuk melengkapi catatan dan amunisi. semoga kita berproses dengan optimun untuk sang buah hati masih ada nice homework ya menuju SfHF
saya undur diri

Anthi
Karena belajar adalah proses yang sangat individualized dan sangat mungkin customized dan flexible maka berdasarkan hasil diskusi kami nyaman membuat peta dengan cara membagi ke banyak kolam yang saling terhubung :

Di kolam 1 kami masih fokus membangun adab : outcome kami di kolam terbesar kepada diri kami dan juga kepada Alieva di
usia ke 8 ini adalah cenderung membangun adab lalu baru ilmu follow, semua dilakukan kami
usahakan senyaman dan senatural mungkin.

Prinsip kami, kami yang contohkan adab dulu lalu ingatkan Lieva kemudian

Contoh : dari bangun pagi kita lakukan dulu lalu ingatkan lieva utk adab merapikan kasur, adab doa bangun tidur, adab doa wudhu, adab masuk-keluar kamar mandi, adab makan, adab bicara kepada guru, teman, ortu, dll begitu seterusnya hingga malam

Semua dilakukan dengan cara diskusi, membuat kesepakatan serta memberikan framing di awal dan juga contoh ke Alieva nikmatnya memiliki adab yg baik

Yaaa cepet banget bu😁
Pak Dodik dan bu Septi terimakasih 🙏

Makasih pak dodik 🙏

Aamiin. Terima kasih banyak pak Dodik dan temen2 semua.smg sy bisa mngerjakan PR yg luar biasa ini😊

Iing:
Hihihi. Diskusi singkat yg bikin jempol dan kepala panasss… Sudah mengepul nih. Insya Allah semangatnya juga mengepul. Terima kasih bu septi, pak dodik, dan teman2 semua..🙏🏼

Clara:
Sy kurang lebih hampir sama dengan ibu putri ,ditambah kegemaraan ank kami menghapal al quran kami arahkan agar dia lebih terarah dan melatih spya lebih terarah lagi .anak sya umur 6.5 thn maaf lambat bergabung terimakasih pa dodik dan bu septi😁🙏🏻

Rahdian
Terima kasih Pak Dodik untuk panduannya. Sampai jumpa di Salatiga teman-teman semuanya 🙏

Nesri baidani
Jadi yang dimaksud dengan peta adalah peta hidup masing-masing anak?

Johan Efendy:
Maaf sy telat nimbrung..
Izin berbagi…kami pribadi sdh pernah membuat Petanya..Alhamdulillah jadi pegangan dlm menjalankan HS…masalah utamanya tinggal bagaimana menjalankannya dengan penuh konsistensi..

Tp dengan adanya peta “Tertulis”, jadi lebih gampang tersadarkan ketika kami “melenceng” jauh 😀

Nice Homework:
Ayah Bunda, kalau di sekolah formal ada yang namanya mata pelajaran dasar yang memberikan bekal anak-anak untuk mempelajari banyak hal. Nah sekarang apa “Mata Pelajaran Dasar” yang ayah bunda anggap penting untuk proses homeschooling ananda di rumah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s