FINE TUNING

FINE TUNING

Komunitas terdiri dari sekumpulan orang/kelompok orang yang memiliki kesamaan dan melakukan interaksi sosial diantara mereka.

Komunitas dibentuk/terbentuk karena adanya *kesamaan*seperti:
🔹Kesamaan tempat/lokasi
🔹Kesamaan minat/hobi/profesi
Kesamaan nilai (values)
🔹 Atau paduan dari hal-hal di atas

Bapak Ibu dapat menyebutkan contoh2 untuk ragam komunitas tersebut?
Menurut penilaian Bapak Ibu, komunitas yang Anda ikuti termasuk yang mana?

Sifat komunitas ini longgar sekali, ada yang diorganisasi dengan baik (well organized) – ada yang jalan gitu aja, ada yang memiliki ikatan kuat – ada pula yang longgar, ada memiliki struktur dan pembagian tugas – ada juga yang serabutan, ada yang berbadan hukum – ada pula yang sekedar kumpulan, dsb.
Sifat2 ini tidak serta merta menjadikan sebuah komunitas baik atau tidak baik.

KAMTASIA (Kampung Komunitas Indonesia)

kamtasia OK

KAMTASIA ini ajang untuk kita – para pelaku komunitas (khususnya komunitas yang bergerak di dunia pendidikan anak dan keluarga) – ngobrol, berbagi pengalaman seputar komunitas yang dilakoninya.
Karena acaranya berbagi pengalaman maka Bapak Ibu dapat nyangking(membawa serta) dokumentasi dan cerita di seputar aktivitas komunitas Anda. Bisa foto, video, hasil karya atau apa saja meski itu hanya cerita yang masih ada di kepala untuk dibagikan kepada kawan2 partisipan yang lain. Tersedia meja untuk memajang karya, bentang tali untuk menggantung foto, lapangan untuk mengekspresikan gagasan dan saung2 untuk berbagi cerita. Jika Bapak Ibu memerlukan peralatan lain silakan kontak ke kami, kita diskusikan bagaimana mewujudkannya.

Dasar pertimbangan penyelenggaraan KAMTASIA sederhana: Ketika sebuah informasi dibagikan maka akan terjadi dinamika(terhadap informasi itu sendiri, pembawa informasi dan penerima informasi) yang akan menghasilkan gagasan/informasi baru.

KAMTASIA bukan ajang pengadilan untuk menunjukkan mana yang layak disebut komunitas dan mana yang sebenarnya bukan komunitas, bukan pula untuk menunjuk yang ini baik yang itu buruk, dll. Jadi simpan saja penilaian terhadap liyan dan fokuslah pada komunitas yang kita terlibat didalamnya, bagaimana menjadikannya lebih baik, lebih membawa manfaat dan membahagiakan kita serta seluruh warga komunitas dan lingkungan.

KAMTASIA tidak bermaksud menyatukan pendapat. Partisipan justru didorong untuk pulang dengan membawa aneka rupa gagasan yang akan diwujudkan di area aktivitas masing-masing. Warna-warni ini akan menjadikan kita kaya ragam dan memiliki banyak alternatif kegiatan komunitas.
Perbedaan itu indah dan rahmat. Berbeda itu biasa.

KAMTASIA tidak dimaksudkan untuk menghibur peserta. Ruang-ruang dan waktu yang disediakan adalah untuk partisipan aktif mengambil peran dan manfaat yang diinginkan. Maka akan sangat baik bila sebelum berangkat Bapak dan Ibu ngariung bersama dengan Ananda untuk menetapkan target yang ingin dicapai, pengalaman yang ingin didapatkan, kontribusi yang akan diberikan, dan peran yang hendak dimainkan. Kemudian merencanakan bagaimana cara untuk mewujudkannya.

Beberapa tamu yang kami undang bukan untuk mengajari hidup berkomunitas melainkan memperkaya wawasan kita
Kakak2 yang memandu Kids Corner bukanlah tukang momong, mereka akan mendampingi anak2 bermain bersama. Manakala Ananda rewel atau merasa tidak nyaman, Bapak Ibu dapat menemani dan menenteramkannya terlebih dahulu. Seyogyanya Bapak/Ibu bergeser sebentar ke lokasi aktivitas Ananda dan TIDAK “memaksakan” Ananda untuk menemani Bapak/Ibunya heheee, karena ruang ngobrol ortu memang bukan untuk konsumsi anak2.

Jauh-jauh hari kami menyampaikan bahwa areanya adalah tanah lapang dan bukan hotel, tempat mandinya nangkring di selokan. Tidur beralaskan rerumputan. Cuaca panas berseling hujan, dan bila malam berangin. Silakan bersiap diri.

Area berada di tepi sungai (dibatasi pagar sekeliling) dan terdapat kolam di tepi lapangan berkemahnya. Meski kolamnya dangkal (sekitar 1 – 1,2 meter) ada baiknya Bapak dan Ibu mengingatkan anak2 untuk berhati2. Untuk itu hal pertama yang WAJIB Bapak Ibu lakukan begitu sampai di lokasi adalah melakukan ORIENTASI MEDAN, beritahukan daerah2 yang berbahaya dan apa yang harus dilakukan, hal2 yang oleh dan tidak boleh dilakukan (atau boleh dilakukan dengan catatan), dsb.

Air biasanya sangat menarik minat anak2. Mereka biasanya tak tahan untuk tidak bermain dan menyebur ke dalam kolam dan selokan. Dan itu bisa sehari berkali2 dilakukan. Mohon disiapkan perlengkapannya, plus persediaan baju kering dan minyak gosok.

Ah kita sudah melenceng agak jauh ke hal teknis, mari kembali berbincang tentang komunitas.

Sebagai bahan dasar mari kita ngobrol sejenak, jika Bapak Ibu hendak membuat/bergabung ke dalam suatu komunitas, pengin komunitas yang seperti apa?

NOTE: Ini ceritanya kita sedang belajar memetakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita (sendiri)

Salam Kamtasia,

/Dodik Mariyanto/

Tanya jawab :

1. Bu Rita – Jogja
Mengelola komunitas itu kadang kok merasa capek , apakah itu salah ? Salahnya dimana ?

Dodik
Salahnya di perasaan Bund, Pada saat seperti apa berasa capek Bu?

Rita : Apa mungkin karena merasa sendiri dlm mengelola , atau pas saat agak agak idealis , atau pas lagi banyak kerjaan lainnya .

Dodik: capek fisik atau capek ati?

Rita : Lebih banyak capek ati sih Pak — rasa nya capek tadi Lo

Dodik :  Silakan dicermati lagi, apakah komunitas itu masih menarik untuk Bunda?

2. Ida Syafrida
Komunitas itu hanya bersifat perkumpulan atau perlu berupa organisasi tertentu?

Dodik : silakan dicermati lagi pengantar di atas ya bun

3. Gatot
suatu saat saya pingin balik ke ndeso. di desa saya ingin membuat sebuah komunitas yg produktif. bagaimana memulainya? pengalaman mas dodik dan mbak septi gimana?

Dodik : Seumur kita, hindari memulai hal baru Mas. Balungnya sudah kaku2 semua 😄Maka aktivitas di pedesaannya dapat melanjutkan apa yang sudah dikerjakan sebelumnya, yang sudah pasti lihai

4. Ida Syafrida
Kalau berdasarkan pengalaman Pak Dodik, faktor penentu langgengnya sebuah komunitas apa saja?

Dodik : Kesamaan values, keselarasan aktivitas komunitas dengan kebutuhan dan kepentingan pribadi

Ida Syafrida : Artinya, kalau membentuk komunitas perlu mempertimbangkan kepentingan pribadi juga ya Pak… bukan sekedar mengakomodir kepentingan tertentu

5.Iing
Pak dodik, yg saya pahami adalah bahwa ketika values dan kesamaan ‘kebutuhan’ sudah bertransformasi menjadi sebuah komunitas, hendaknya keseluruhan proses adalah milik bersama. Pertanyaan saya, sebagai founder (dlm kasus ini komunitasnya masih berupa awal-awal masa perintisan) sejauh mana kita membatasi diri? Agar semua merasa memiliki komunitas tsb, dan peran kita tdk terlalu dominan…

Dodik : Pada tahap awal (pembentukan nilai bersama) peran founder memang besar. Tidak apa2.Pelahan, setahap demi setahap sistemnya ditata sehingga kebergantungan pada individu berkurang dan lebih banyak peran kebersamaan. Lebih detilnya kita obrolkan di Kamtasia ya Bund

6. Rita
Komunitas itu apa harus detail ? Apa cukup ngalir Gitu saja .. Sharing , give And get .

Dodik : tergantung warga, silakan lihat pengantar di atas

7. Eyang yayah
Pertanyaan Eyang kerna terlalu banyak, nanti aja diajukan di KAMTASIA.
mau menyimak aja ya.
Bu Septi & P Dodik Terima kasih udah menjadikan Eyang sebagai nenek yg Smart….he.
Jazakallah khoeron kaayiron. Aamiin.
……….
Alhamdulillah. bagi Eyang dengan bergabung di komunitas IIP dan Insya Allah nanti berkumpul diKAMTASIA didampingi 10 orang (6 anak / menantu + 4 cucu) akan semakin mempertegas misi hidup eyang, yaitu terus belajar dengan menggandeng anak + menantu agar menjadi ibu / ayah yg profesional untuk menghantarkan para cucu menjadi anak anak yg beradab, berilmu, beriman dan menjadi generasi EMAS > Entrepreneur, Mandiri, Adil + Sejahtera, yang Allah jauhkan dari api neraka dan dipantaskan berkumpul di surgaNya. Aamiin ya Allah ya Robbal Aalamiin.

Dodik : Aamiin, Eyang Yayah kereeeeen

Closing :

Alhamdulillah selesai kulwap pertama kita di kamtasia, terima kasih untuk pak dodik dan ayah bunda semuanya.kalau saya patokannya sederhana “mengelola komunitas itu sama dengan mengelola keluarga” selama kita bisa mengelola keluarga kita sebagai komunitas terkecil di kehidupan bernegara ini, maka mengelola komunitas besar tinggal duplikasi aja. nggak usah repot.
Sukses mengelola keluarga terlebih dahulu, maka sukses mengelola komunitas tinggal menanti.

– Septi Peni

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s