MENEMANI SANG KOMUNIKATOR BERPROSES

Elan Jm adalah satu-satunya anak kami yang diberikan kebebasan memilih sejak kecil untuk urusan pendidikannya.  (maklum, kalau untuk anak pertama dan kedua, kami masih fakir ilmu untuk urusan pendidikan anak ini, masuk kategori galau pakai banget).

Sejak masuk usia TK, Elan memutuskan untuk tidak mengambil jalur pendidikan formal. Elan lebih senang di dalam kamar mengotak-atik mainan robotnya, semua dibongkar, tapi tidak terima pasang. kami mengijinkannya. Usia 7 tahun sudah memiliki personal branding sebagai penyuka robot, disitu kami menjadi orangtua sok tahu, mungkin anak ini kelak ingin jadi ahli robot. kami ajak ke setiap aktivitas robotika, kami kenalkan dengan orang-orang yang sesama penyuka robot. Sampai Elan memiliki sebuah gagasan,

“Robot itu mahal, kasihan anak desa yang tidak bisa membelinya, padahal robot memberikan pelajaran struktur berpikir yang sangat bagus”

Sekali lagi untuk urusan mentor struktur berpikir, mengkristalisasi gagasan, tehnik robotisasi, pasti bukan saya, itu tugas bapaknya. Saya hanya menemani jalan-jalan, makan-makan 🙂

Berkat perpaduan belajar asyik dengan bapaknya, akhirnya saat Elan 10 tahun, menjalankan project based learningnya dengan nama “Robocycle” (membuat robot dari bahan sampah) dan berjalan keliling desa dengan sepedanya untuk mengajarkan bagaimana mudahnya belajar robot ke anak-anak sebayanya.Targetnya saat itu ke 50 sekolah di desa.

405064_10150504452459113_1328151924_n

Elan JM dengan Project Robocycle

Seiring berjalannya waktu, ternyata saya terbukti termasuk orangtua yang SOK TAHU. Minat Elan ternyata bukan di robot, melainkan pada aktivitas “PUBLICIZING” (memberitakan sesuatu produk/layanan/informasi dengan cara yang mudah dimengerti, agar sesuatu tersebut diminati orang banyak).

Darimana saya tahu? dari matanya. Elan sangat berbinar-binar saat membuat video tutorial robotnya dibandingkan membuat robot jenis baru. Ilmunya tentang hal ini melesat sangat tinggi, dibandingkan dengan ilmu robotikanya.
Video tutorial bisa dilihat disini

Dan anak-anak kecilpun menikmati tayangan video tentang robot ini di rumah mereka masing=masing

elan jm

Anak-anak sedang belajar tutorial tentang Robocycle

Kami jalankan mastermind untuk sarana evaluasi dan apresiasi, dan akhirnya Elan memutuskan selama menjalankan projek robocycle, aktivitas jalan-jalan ke sekolah-sekolah dg sepeda itulah justru yang membuatnya makin berbinar. Sehingga muncul project berikutnya yaitu SOBIKE (School on Bike).

elan dan presentasi

Elan Presentasi SOBIKE di depan Prof Fumi dan Pak Singgih dan team, selaku mentor

elan presentasi

presentasi Elan tentang SOBIKE

Tiga kata yang melekat di Elan JM sekarang adalah desa, sepeda dan teknologi. Tentu saja ini bukan bidang keahlian kami berdua. keyakinan yang kuat bahwa Elan JM bakalan dapat guru yang tepat untuk mengasah peran hidupnya. maka bertemulah Elan JM dengan pak Singgih S Kartono, beliau adalah founder dari magno radio kayu, Temanggung. SOBIKE pun diganti menjadi School on bamboo bike.

ELAN DAN SINGGIH

Elan dan Pak Singgih S. Kartono

elan media Indonesia

Pemberitaan Elan JM di Koran Media Indonesia tentang SOBIKE

Elan mulai mendokumentasikan perjalanan belajarnya dengan sepeda, bertemu langsung dengan para ahli, sampai akhirnya menemukannya dengan sang mentor Singgih Susilo Kartono.. Pertemuan dengan sang mentor ini,akhirnya menjadi jalan mewujudkan mimpi Elan Jm untuk bisa ke Jepang. Saat usia 10 tahun dulu, Elan berkata,

“Suatu saat nanti aku akan berangkat ke Luar negeri, karena Elan,  bukan karena anaknya Bapak dan Ibu”

Alhamdulillah tepat di usianya yang ke 12 th, Elan terpilih menjadi  speaker termuda di ICDS (International Conference Design Sustainabilty), berangkat ke Jepang bersama pak Singgih S.Kartono dan team. Presentasi disana tentang program School on Bamboo Bike.

elan dan pak fumi

IMG_6521

Elan JM presentasi di Jepang

Setelah presentasi secara personal, peserta diminta untuk memilih pembicara yang akan dijadikan bahan diskusi untuk Focus Grup Discussion.Elan pun menjadi fasilitator untuk Focus Grup Discussion bersama para dosen dan peserta yang hadir di konferensi tersebut.

elan diskusi

Focus Grup Discussion di ICDS Jepang

Saat ini selain publicizing, elan juga sangat menyukai aktivitas presenting (menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dimengerti orang lain), advertising dan communicating.

Kami menjadi semakin paham peran hidup Elan saat ini, mungkin Elan akan menjalankan peran sebagai seorang “Communicator“. Kami belum tahu pasti, karena masih berproses,usianya saat ini masih 13 tahun, menuju ke 14 th.

Yang pasti ikhtiar terus berjalan dan akhirnya untuk aktivitas “advertising” Elan menemukan mentor-mentor handal di bidang ini, salah satunya adalah mas Harjono Halim  yang selalu sabar memandu Elan untuk mendapatkan “feel” dan “tehnik” dalam setiap shoot yang diambilnya. Sehingga menghasilkan karya “moment of the truth” salah satunya karya awalnya adalah video yang dipersembahkan untuk eyangnya.

komen video elan

Feed back itu penting

Sampailah akhirnya pada tahap belajar dalam sebuah team.Tanggal 8-10 januari 2016, Elan mengambil peran sebagai videografer, belajar bersama para ahli yang lain, ada mas wilfrid, mas Aris dan mas Udin, membangun team, untuk membuat event Homecoming for Upcoming memiliki jejak sejarah yang indah. Kemudian dia buat deadline untuk dirinya sendiri, buat skenario message yang harus disampaikan, scoring music dll di studionya.

Tahun 2017 ini Elan memasuki usia 14 tahun, sejak 6 bulan yang lalu sudah belajar berpisah hidup dengan kami orangtuanya, belajar hidup. Dia membuat team kerja dengan teman-temannya yang diberi nama “Candle Drop” dan memperkuat team Ara sebagai IT manager di Spedagi . Salah satu karya yang Elan buat adalah web http://www.spedagi.com

profil elan

Apa tugas saya dan pak Dodik sekarang? Bapaknya kali ini cukup membuatkan susu soklat, dan saya membuatkan donat untuk menemaninya editing dan rendering video. kalau pas pulang ke rumah. Karena kita tidak tahu apa misi hidup berikutnya yang diberikan ke Elan,  oleh DIA  Yang Maha Memberi Hidup.

Bermainlah sepuasnya dengan anak-anak ketika mereka masih usia 0-12 th, karena waktu akan berlalu dengan sangat cepat

main bareng

Saya dan Elan saat usia 0-12 th, senang melakukan aktivitas  bermain bersama

untitled-design-1

Sekarang anak-anak sudah mencari jalan hidupnya sendiri-sendiri, berpisah dengan kami, dan kami kembali berdua lagi

 

Advertisements

4 thoughts on “MENEMANI SANG KOMUNIKATOR BERPROSES

  1. elma fitria says:

    Nuhun Ibu sudah berbagi :). Tulisan ini merangkum milestone-milestone Mas Elan yang biasanya terlihat di postingan fb Ibu. Sebagai murid, kini saya jadi bisa lihat benang merahnya dari perjalanan sang guru.

    Dan untuk kesekian kalinya, berdoa Barakallaah untuk keluarga ibu, seraya bersyukur bertemu lagi dengan momen belajar dari tulisan ibu.

    Hatur nuhun Ibu. Semoga saya dan pembaca lainnya mampu menyerap dan belajar sebaik-baiknya :).

    Like

  2. Padepokan Margosari says:

    Teh Elma, terima kasih sudah mampir ke rumah virtual kami, doa saya selalu untuk teh Elma dan keluarga. Semoga bisa melanjutkan perjalanan tongkat estafet peradaban ini dengan lebih matang. Cium sayang untuk Elan dan adik-adiknya

    Like

  3. greenyazzahra says:

    Masyallah, allahu akbar.. terharu sekaligus takjub membacanya..
    Saya yakin Elan tidak akan menjadi Elan yg skrg, tanpa Ibu dan Bapak yg luar biasa seperti Bu Septi dan pak Dodik..
    Salam kenal dari Grini, Peserta Matrikulasi Batch 3 Bandung 4

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s