PERAK 2017: Family Project

Ramadhan terlalu sayang untuk dilewatkan. Saya pikir kita semua sepakat tentang ini.

Lalu bagaimana agar tidak menjadikannya sekedar jargon yang hanya keren dipajang sebagai spanduk di pojok tikungan jalan?

Final-Form.pngSejak tahun 2014 kami menyelenggarakan PERAK (PErindu Ramadhan Keluarga) yang bersama-sama berkumpul dua bulan menjelang bulan Ramadhan (yakni di bulan Rajab) untuk berbarengan menyusun rencana apa yang akan dikerjakan oleh masing-masing keluarga.

PERAK – 1 bertema Learning – Sharing – Networking

PERAK – 2 bertema Family Strategic Planning

PERAK – 3 bertema Family Branding

Dan PERAK – 4 tahun ini mengambil tema Family Project

Pada PERAK pertama sampai dengan ketiga kami menyelenggarakan Kuliah Whatsapp (kulwapp) selama sebulan untuk menyiapkan peserta memasuki arena PERAK.

Pada tahun ini persiapan kami selenggarakan lebih dini. Selama tiga bulan peserta menjalani serangkaian games untuk menyiapkan projek-projek keluarga masing-masing yang akan disajikan, dipresentasikan, diolah kembali di arena PERAK. Games ini dipandu langsung oleh Septi yang sedang berbinar-binar mempelajari gamification.

Dan…saya sungguh takjub, games ini membuahkan sejumlah projek keluarga yang keren. Projek-projek yang akan menambah kehangatan keluarga, meningkatkan kelancaran komunikasi antar anggota keluarga dan tentu saja mewujudkan kebahagiaan bersama. Projek-projek yang akan menghidupkan hari-hari dan malam-malam Ramadhan, yang insyaAllah akan menambah kedekatan hamba kepada Tuhannya.

WhatsApp Image 2017-03-24 at 18.59.02.jpeg

Satu diantaranya saya bagikan (atas izin yang bersangkutan) saat ini, sebuah projek yang bisa dikerjakan oleh siapapun yang boleh jadi akan menambah keseruan aktivitas bulan Ramadhan keluarga Anda.

Projek Keluarga ini diberi nama Garage Share. Ini bukan aktivitas berbagi garasi melainkan plesetan dari Garage Sale, sebuah program berbagi yang dijalankan di garasi dan halaman.

Garage Share diselenggarakan oleh Keluarga Omah Projek yang terdiri dari Sigit Isbiantoro, Ressy, Caca (12), Asya (10), Ubay (9), Anaf (5), Syaif (1).

Saya sertakan tulisan refleksi Mbak Ressy yang dibagikan di kelompok WAG PERAK 2017. Selamat menikmati sukacita Garage Share: Selamat Datang Para Guru.

============================================================

Garage Share Omah Project

“SELAMAT DATANG PARA GURU”

Minggu, 12 Maret 2017

WhatsApp Image 2017-03-24 at 19.01.16 (8).jpeg

Alhamdulillah project kami Garage Share “Selamat Datang Para Guru” berjalan lancar barokah, terimakasih atas do’a & support seluruh keluarga besar Perak .🙏🏻🙏🏻

Pagi hari kami mulai persiapan, semua bergerak. Menata tempat, memasang spanduk, menata barang2, menata minuman & snack. Hari ini di Pojok Cangkrukan

kami menyiapkan dua minuman spesial yaitu bajigur & teh manis panas ditemani rebusan singkong, ubi, talas + lemet dan gethuk.wiiih ….mantap kan 😁

WhatsApp Image 2017-03-24 at 19.01.16 (3).jpeg

Setelah siap semua waktunya kami sarapan & briefing. Mba Caca sempat meminta untuk membuka pagar jam 9 saja pas undangan dimulai karena dia merasa agak malu, sebenarnya dalam hati kecil kami pun ada rasa malu , ragu , nanti bagaimana ya ? ada tulisan gedhe di depan rumah , banyak barang di keluarkan, akan banyak yang melihat, dsb . Ini adalah yang pertama bagi kami mengadakan project seperti ini.

Kemudian kami mantapkan lagi & kami sampaikan kepada mba Caca & semuanya,  bahwa yang kita lakukan ini tidak keluar dari Qur’an dan Hadits,  sesuai juga dengan value keluarga kami yaitu Iman & kasih sayang dan juga sesuai dengan quote kita tahun ini yaitu Cerdas dan Meningkat, jadi yang kita lakukan ini adalah kebaikan , kenapa harus malu melakukan kebaikan ? kalimat ini yang kami dengung2kan dalam hati kami masing2…alhamdulillah akhirnya kami semua mantap.

WhatsApp Image 2017-03-24 at 19.01.16 (4).jpeg

Hari ini selain berbagi, project kami adalah “Menjadi Murid yang Baik, semua yang datang adalah guru kami . Bagaimana menjadi murid yang baik menjadi bahasan dalam briefing dan rapat2 kami sebelumnya. Briefing kami tutup dengan berdo’a dan toss : ” Siap berbagiii ? Siaapp….Siap jadi murid yang baiiiik ? Siaap…Omah Project …Yesss”🙌🏻🙌🏻

Undangan mulai hadir tepat pukul 09:00 wib. Kami sambut setiap guru dengan senyuman ramah, istilah Jawanya , “Gupuh, Lungguh, Suguh” ,bagi yang roaming akan kami jelaskan lain waktu hehehe

Subhanalloh..hari ini kami mendapat guru2 yang sangat luar biasa . Mulai dari  usaha kami menahan air mata yang menetes mendengar Mas Edi yang 2x seminggu rajin mengambil sampah , bercerita bahwa sejak usia 5 SD memutuskan keluar dari sekolah dan merantau  dari Karawang ke Bekasi menjadi pemulung,  karena saat itu kedua orang tuanya sakit keras dan masih ada 2 adiknya yang masih kecil.

Ketika dia pulang ke Karawang untuk pertama kali dengan membawa hasil kerjanya ternyata Bapaknya sudah meninggal dan dia tidak tahu karena saat itu belum ada HP 😢 dan ketika itu Mas Edi sampai ke rumahnya hari Kamis, hari Jum’atnya Ibunya pun meninggal 😭.

Mas Edipun sempat membawa adiknya ikut merantau ke Bekasi dan tinggal di bedeng. Dia mengatakan bahwa dia bisa kuat karena ingat adik2nya, mas Edi ingin adik2nya tetap bisa sekolah , alhamdulillah akhirnya dua adiknya bisa sekolah & sekarang dah menikah semua. Subhanalloh…

Kemudian bang Noe , asli Cakung, Jaktim, yang sering  kami sebut “Abang Roti” , selama ini kami mengenalnya sosok yang baik & humoris, selalu membuat pembeli tertawa dengan canda2annya, kami tak menyangka ternyata kurang lebih 9 tahun lalu dia adalah pemuda dengan rambut panjang , suka minum minuman keras  , narkoba , dll . Dia mengalami titik balik saat sang Nenek meninggal. Bang Noe sangat dekat dengan neneknya dan sesaat sebelum meninggal,  sang Nenek memanggilnya dan berpesan padanya untuk menjadi orang yang benar. Sejak itulah bang Noe langsung memotong gundul rambutnya &  bertekad meninggalkan semua kelakuan buruknya. MasyaAllah…

Ada juga bang Wahyu , asli Bekasi , security komplek yang pernah menjadi asisten artis Ali Zaenal selama 5th , kami tidak menyangka bahwa kalimat2 yang dia sampaikan begitu optimis dan bermakna , selama ini yang kami lakukan hanya saling menyapa saat keluar atau masuk gerbang komplek hehehe.

Kemudian bang Surono ,  asal Batang Pekalongan, abang sayur yang setiap hari harus berangkat jam 2 pagi ke pasar induk. Bu Painem asal Solo yang merantau jualan sayur mateng sejak kelas 4 SD.

Dan yang paling tidak kami sangka adalah bu Nani , ART asal Pacitan yang datang bersama suami & anak2nya …pak Nendi, suami bu Nani ini 4 th yg lalu terkena struk karena diabetes dan sekarang seminggu 2x harus cuci darah. Beliau datang dengan memakai tongkat dan harus duduk di kursi .

MasyaAllah…terharunya kami. Dan masih banyak cerita dari guru2 kami yang lain.

Kamipun memohon beliau2 untuk menuliskan pesan2 kepada kami pada selembar kain.

WhatsApp Image 2017-03-24 at 19.01.16 (5).jpeg

Bersyukurnya kami bertemu dengan mereka . Selama ini kami hanya tahu abang sayur, abang roti, pak security, dst …😅.Sekarang kami mengenal nama2 beliau, asalnya, keluarganya, dll.

Terharunya kami melihat semua bersendau gurau sambil menikmati minuman & jajanan yang kami hidangkan. Indahnya saat semua saling mendengarkan cerita . Diantara mereka sendiripun ketika itu juga baru mengenal sedekat ini. Malunya kami saat terkadang merasa gampang menyerah , malas2an , dsb astaghfirullahaladzim😭.

Oiya…ada dua ide spontan yang kami tambahkan yaitu ada doorprise sembako untuk semua yang hadir dan ada hadiah kecil untuk putra putri mereka yang ikut. Alhamdulillah menambah meriah & kami merasa project ini sangat indah.

Keindahan tidak berhenti disitu. Ketika kami tea time malam harinya, air matapun kembali memenuhi mata kami saat bercerita tentang project tadi, terutama Anaf (5) , dia yang pertama tidak bisa menahan air mata. Kami kembali membaca tulisan2 para guru dan kami membacanya bergantian. Kemudian ternyata kami semua sama,  moment favorit kami adalah saat mendengarkan para guru bercerita.Kami merasa haru bahagia.

Dan ada lagi saat kami saling mengucapkan terimakasih….kami sempat berebut bahwa masing2 dari kami hanya bekerja sedikit dan yang lainlah yang banyak bekerja. Bapak merasa hanya membantu sedikit , Umi dan anak2lah yang bekerja banyak, begitu juga anak2 , anak2 merasa hanya membantu sedikit Bapak & Umilah yang bekerja banyak, sayapun merasa demikian. Indah ya…..😍 Mungkin beginilah hasil bekerja tim jadi merasa ringan semuanya, mungkin juga saat itu kami dibantu banyak malaikat hehehe.

Merasakan indahnya project ini membuat kami ingin membuat project lagi cangkrukan dengan beliau2 para guru. Sempat ada ide yang terinspirasi dari Padhang Mbulannya Padepokan Margosari, tapi karena di Bekasi tidak selalu terlihat bulan mungkin bisa dibuat project Padhang Mbekasi  , sepertinya seru ya…hihihi.

WhatsApp Image 2017-03-24 at 19.01.16.jpeg

Mohon maaf kepanjangan dan belepotan , saya menulispun masih dengan mata berkaca2 😐

Mohon maaf juga foto2nya kurang maksimal karena kami semua terlena pada momentnya, termasuk sang seksi dokumentasi hehehe. Semoga membawa manfaat. Terimakasih 🙏🏻🙏🏻

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s